Tenguyun Nebas Ladang
Setiap tahun menjelang musim penghujan masyarakat desa akan mulai melakukan aktifitas perladangan dengan komoditi padi gunung atau padi gogo, yaitu padi yang ditanam pada areal lahan kering. dimulai dari proses pemilihan lokasi, nebas (menebas semakuntuk membuka areal yang akan ditanami), nebang(memotong tanaman keras yang berada didalam areal ladang), membakar (agar lahan yang akan ditanami bersih dan sis pembakaran sekaligus menjadi pupuk untuk padi yang akan ditanam), nugal (proses penanaman benih padi), ngavang (merumput guna membersihkan bibit padi dari gangguan gulma/rumput liar), dan yang terakhir panen. Siklus tersebut dilakukan selama 1 tahun.
Beberapa kegiatan tersebut dilakuakan secara gotong royong atau yang dalam bahasa punan disebut tenguyun dengan melibatkan masyarakat dalam kelompok besar, serta dilakukan secara bergiliran pada seluruh ladang masyarakat desa. Di Desa Long Pada, nebas mulai dilakukan sejak 23 April yang lalu di ladang milik bapak Ridaen Usat. Aktifitas tersebut melibatkan cukup banyak masyarakat sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menebas lahan miliknya. Akses yang kini dipermudah dengan adanya jalan yang baru dibuka mempermudah dan meningkatkan animo masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
Tahun ini sebagian masyarakat memilih lokasi perladangannya di sekitar Long Betung dan sekitar pemukiman desa, terutama disekitar jalan baru karena aksesnya yang lebih mudahdari lokasi-lokasi lainnya.
Berita oleh: Jiuhardi Coko