Akar kedayan sebagai obat tradisional masyarakat Long Pada

1779674350456.jpeg

LONG PADA – Masyarakat Desa Long Pada, Kalimantan, hingga kini masih memanfaatkan akar kedayan sebagai obat herbal tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Tanaman hutan yang dikenal dengan nama tabar kedayan ini dipercaya memiliki khasiat untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, seperti penawar racun, diare, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

Akar kedayan banyak ditemukan di kawasan hutan pedalaman Kalimantan dan telah lama digunakan oleh masyarakat Dayak sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri. 

Warga Long Pada  menggunakannya dengan cara merebus bagian akar hingga air berubah warna, kemudian diminum sebagai ramuan herbal. Selain digunakan untuk pengobatan ringan, ramuan ini juga dipercaya membantu memulihkan stamina setelah bekerja di hutan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa akar tabar kedayan memiliki aktivitas bioaktif, termasuk potensi antioksidan dan antibakteri. Penelitian yang dilakukan akademisi di Kalimantan menemukan bahwa tanaman ini mengandung flavonoid yang cukup tinggi dan berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan obat herbal alami. 

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dalam penggunaan tanaman herbal dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan tanpa pendampingan ahli. Penelitian ilmiah mengenai keamanan dan dosis penggunaan akar kedayan masih terus dikembangkan oleh para peneliti. 

Bagikan post ini: